Kedisiplinan Santri Pesantren Modern Maqamam Mahmuda

Menumbuhkan Kedisiplinan Santri Pesantren Modern Maqamam Mahmuda

Hendri Ariska | Selasa, 09 Agu 2022   12:13:47 WIB dibaca 163 x komentar 0  Artikel
Menumbuhkan Kedisiplinan Santri  Pesantren Modern Maqamam Mahmuda

Gambar : Menumbuhkan Kedisiplinan Santri Pesantren Modern Maqamam Mahmuda

Eksistensi santri di pondok pesantren tidak bisa dipisahkan dari berbagai persoalan kehidupan yang mereka hadapi. Hal ini jelas terjadi karena semua santri dinamis 24 jam sehari dalam iklim pesantren yang sama dan berbagai landasan kehidupan santri juga mendukung kekuatan komunikasi sosial di dalam iklim pesantren itu sendiri. Terlebih lagi, latihan penuh di lingkungan pesantren umumnya mencakup seluruh lingkungan sekolah Islam, baik santri, ustadz, maupun wali pesantren. Dengan cara ini, untuk membuat iklim yang terlindungi, tenteram dan menyenangkan, diperlukan pedoman dan disiplin yang menarik. Pembinaan kedisiplinan bagi siswa merupakan jalan masuk bagi kemajuan sekolah-sekolah pondok pesantren dalam menciptakan persatuan-kesatuan pelopor Islam.

 

Pelatihan disiplin bagi siswa merupakan komponen utama dalam pondok pesantren. Pelatihan disiplin siswa adalah cara terbaik dalam siklus instruktif di pondok pesantren. Pengarahan, pengamatan dan pengawasan terhadap pembinaan disiplin siswa berlangsung selama 24 jam, yang tidak lepas dari administrasi yang ada di dalamnya, sehingga setiap orang yang terkait dengan sekolah Islam pondok pesantren, mulai dari siswa, pendidik, dan figur orang tua sekolah pengalaman hidup. dapat mengikutinya dengan baik. Hal ini didukung oleh ungkapan Ali bi Abi Thalib ra;

 

لحقّ بلا نظام يغلبه الباطل بنظام

“Kebenaran yang tidak terorganisir dengan baik akan dikalahkan oleh Kejahatan yang terorganisir dengan baik.”

 

Pondok Pesantren Modern MAQAMAM MAHMUDA merupakan salah satu yayasan pendidikan pesantren yang sangat berpusat pada sekolah binaan para santrinya. Pesantren Modern Maqamam Mahmuda menerima bahwa disiplin adalah kesan pribadi yang baik dan keyakinan. Oleh karena itu, dengan disiplin yang tinggi, para siswa akan siap menghadapi keadaan mereka saat ini dan disiplin yang kuat adalah kunci utama menuju kemakmuran seseorang. Oleh karena itu, prestasi Maqamam Mahmuda dalam meraih banyak prestasi dari tingkat sub-daerah hingga skala publik dalam waktu yang singkat dapat diterima sebagai bagian dari jalan karena siswa-siwanya memiliki etika yang tinggi dan disiplin yang kokoh.

 

Dalam mengawasi disiplin siswa, Pondok Pesantren Maqamam Mahmuda menerapkan model Prize and Discipline, yaitu secara khusus memberikan penghargaan untuk hal-hal positif yang dilakukan siswa dan memberikan arahan dengan sanksi untuk hal-hal negatif yang dilakukan. Hal ini juga sesuai dengan ajaran Islam yang mendidik untuk memberi kompensasi kepada para hamba-Nya selama melakukan sesuatu sesuai arahan Islam dan untuk menolak para hamba-Nya yang menyalahgunakan ajaran-Nya. Istilah ganti rugi dalam bahasa Al-Qur'an dikenal dengan istilah Tsawab ( ا ) yang salah satunya dirujuk dalam QS. Ali Imran ayat 184:

 

فَـَٔاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ ثَوَابَ ٱلدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ ٱلْءَاخِرَةِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

“Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhiran. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran (3): 184)

 

Arti penting tsawab tidak terlepas dari hadiah yang besar, salah satunya seperti yang diungkapkan dalam QS. Ali Imran (3) ayat 145.148 dan An-Nahl (16) ayat 134. Selain itu, arti kata tsawab menurut ajaran Islam adalah memberikan penghargaan yang besar kepada perilaku siswa yang dapat diterima.

 

Sedangkan makna disiplin dalam bahasa al-Qur'an diberi nama dengan kata 'iqab. Al-Qur'an menggunakan kata 'iqab berkali-kali dalam 11 huruf seperti yang diungkapkan dalam Surat Ali Imran (3) ayat 11 dan Al-Anfal (8) ayat 13. Menurut ajaran Islam, iqab ditandai sebagai 1) perangkat pelatihan pencegahan dan umumnya buruk parah; dan 2) pembalasan atas perbuatan buruk yang dilakukan oleh anak-anak.

 

Di Maqamam Mahmuda, model Hadiah dan Disiplin diterapkan sebagai proyek yang dibuat khusus untuk persyaratan dan iklim sekolah pengalaman hidup Islam Maqamam Mahmuda itu sendiri. Penghargaan dan Disiplin yang diberikan kepada mahasiswa salah satunya menyinggung Permohonan Santri Maqamam Mahmuda. Dalam mencermati Permohonan Santri Maqamam Mahmuda yang terdiri dari beberapa bagian dan pasal, Maqamam Mahmuda menerapkan kerangka langsung terhadap setiap pedoman yang tertulis dalam Himpunan prinsip. Pedoman dalam Himpunan aturan diurutkan menjadi pelanggaran ringan, sedang, dan berat. jika berbobot akan dikenakan 100 fokus dan cepat mendapatkan Surat Peringatan. Setiap pengaturan memiliki hasil yang berbeda-beda. Pemberian fokus disiplin dilakukan oleh ustadz/ustadzah dan pengurus pengganti secara konsisten. Kerangka disiplin cenderung efektif didapat di mana saja dan kapan saja oleh penjaga gerbang ruangan.

 

Penggunaan kerangka ini dilakukan melalui pengawalan dan arahan oleh ustd/ustzh. Jadi siswa dapat terus menilai apa yang telah diselesaikan secara negatif dan yang mengabaikan seperangkat aturan. Dipercaya bahwa siswa dapat selalu introspeksi dan memperbaiki diri sesekali dan terus menjadi lebih baik. Ini juga merupakan salah satu bentuk implementasi dari atsar sahabat yang disampaikan Umar bin Khattab r.a dalam hal instrospeksi diri;

 

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا ، وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا ، فَإِنَّهُ أَهْوَنُ عَلَيْكُمْ فِي الْحِسَابِ غَدًا

 أَنْ تُحَاسِبُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ ، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ، يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَة

“Hisablah dirimu semua sebelum (nanti) dihisab. Timbanglah diri kamu semua sebelum (nanti) ditimbang. Karena nanti hisabmu akan lebih mudah jika engkau evaluasi dirimu sekarang. Hiaslah dirimu untuk pertemuan akbar (besar). Di hari akan ditampakkan semua dari kamu dan tidak ada yang tersembunyi.”  

 

Wali kelas dan pendidik wali kelas memainkan peran penting dalam memberikan arahan yang gigih kepada siswa mereka. Dengan asumsi diamati bahwa ada siswa bimbingan yang mendapatkan fokus disiplin yang besar, maka pada saat itu, penjaga gerbang ruangan dan pendidik umumnya lebih banyak memberikan arahan dan pengajaran kepada siswa. Jadi siswa akan dengan sengaja memahami slip-up yang dibuat dan dapat mengambil ilustrasi dan kecerdikan agar tidak terulang lagi di kemudian hari.

 

Selain pelaksanaan disiplin yang digambarkan di atas, ada juga imbalan yang digunakan untuk memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada siswa atas hal-hal kecil yang telah diselesaikan. Hal ini diharapkan dapat memberikan dukungan kepada para siswa terhadap hal-hal positif yang dilakukan sehingga mereka akan terus tuntas dan naik ke tingkat selanjutnya. Pendampingan semangat siswa dilengkapi dengan kerangka dengan pemberian fokus disiplin. Dimana semua ustadz/ustadzah dapat mengakses koneksi yang sudah tersedia supaya jika mereka menemukan siswa melakukan sesuatu yang positif dan dapat dihargai.

 

Berikutnya adalah beberapa penghargaan standar Maqamam Mahmuda; Memberi kehormatan bagi santri terbaik secara konsisten di beberapa bidang seperti ; Disiplin, Tahfizh, Bahasa, dan Kemahiran. Lalu Kamar Terbersih; adalah kehormatan bersama yang diberikan kepada ruangan dengan tempat paling tinggi di bidang kerapian. Inilah salah satu bentuk tanggung jawab Maqamam Mahmuda untuk membiasakan hidup yang sempurna dan sehat bagi siswa khususnya dan seluruh golongan masyarakat secara keseluruhan. 


Terlepas dari jenis-jenis penghargaan yang lazim di atas, ada banyak penghargaan berbeda yang diberikan kepada mahasiswa, baik intelektual maupun non-ilmiah. Karena Maqamam Mahmuda, menerima bahwa setiap anak cerdas, dan setiap anak yang saleh harus berhasil.


Komentar dari Facebook

Semua Komentar

Tulis Komentar

Terbanyak Dibaca

Komentar Terbaru